09 April 2010

REMAJA MASJID Wasiat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam Dalam Perkara Wanita




Oleh: Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah

Rosulullah sholallohu `alaihi wasallam bersabda : "Berpesan-pesan kalian dengan kebaikan terhadap para wanita (istri), karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian yang paling atasnya. Bila engkau paksakan untuk meluruskannya niscaya engkau akan membengkokkannya, namun bila engkau biarkan dia maka dia akan terus menerus bengkok. Karena itu berpesan-pesanlah kalian dengan kebaikan terhadap para wanita (istri)." (HR. Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallohu `anhu)

Sebagian penyair berkata :

Dia adalah tulang rusuk yang bengkok, engkau tak dapat meluruskannya

Ketahuilah lurusnya tulang rusuk berarti memecahkannya

Abdullah bin Zam'ah radhiyallohu `anhu pernah mendengar Nabi sholallohu `alaihi wasallam berkhutbah dan menyebutkan tentang unta betina sebagai mukjizat Nabi Shalih yang akhirnya disembelih oleh kaumnya, beliau sholallohu `alaihi wasallam membacakan ayat :

"Ketika bangkit orang yang paling durhaka dari kaum tersebut." (QS. Asy Syams ; 12)

"Bangkitlah seorang laki-laki yang kuat, perkasa dan hebat di kalangan kelompoknya untuk menyembelih unta tersebut."

Kemudian Rosulullah menyinggung tentang wanita lalu beliau memberi nasehat dalam perkara mereka, beliau nyatakan : "Salah seorang dari kalian bersengaja memukul istrinya seperti memukul seorang budak padahal mungkin ia menyentuhnya di akhir harinya."

Kemudian Rosulullah menasehati mereka dalam masalah tertawanya mereka bila ada yang kentut, beliau katakan : "Mengapa salah seorang dari kalian tertawa dengan apa yang ia perbuat?" (HR. Bukhori dan Muslim)

Abu Hurairah sholallohu `alaihi wasallam menyampaikan sabda Rosulullah sholallohu `alaihi wasallam :

"Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, bila ia tidak suka satu perangai dari istrinya maka mungkin ia senang akan perangainya yang lain." (HR. Muslim)

Amr bin Al Ahwash Al Jasymi radhiyallohu `anhu mendengar Nabi sholallohu `alaihi wasallam berkata dalam Haji Wada', setelah memuji dan menyanjung Alloh, memberi peringatan dan menasehati, lalu beliau bersabda :

"Berpesan-pesanlah kalian dengan kebaikan terhadap para wanita (istri) karena mereka hanyalah tawanan disisi kalian, kalian tidak menguasai sedikitpun dari mereka selain itu, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Maka bila melakukan hal tsb, tinggalkanlah mereka di tempat tidurnya dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membuat cacat. Bila mereka mentaati kalian maka tidak ada jalan bagi kalian untuk menyusahkan mereka. Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan sebaliknya mereka memiliki hak dari kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seorang yang kalian benci untuk menginjak hamparan kalian dan tidak boleh mengizinkan seorang yang kalian benci untuk masuk ke rumah kalian. Sedangkan hak mereka dari kalian adalah agar kalian berlaku baik dalam pemberian pakaian dan makanan untuk mereka." (Hadits ini HASAN dengan syawahidnya)

Abu Hurairah radhiyallohu `anhu mengkhabarkan bahwasanya Rosulullah sholallohu `alaihi wasallam bersabda,

"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaqnya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya. " (HR. Tirmidzi dengan sanad Hasan)

[dinukil dari Kitab "Al Intishaar li Huquqil Mu'minaat" karya Ummu Salamah As Salafiyyah ; edisi bahasa Indonesia "Persembahan Untukmu, Duhai Muslimah" diterjemahkan oleh Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah , Penerbit Pustaka Al Haura']
http://ummfulanah. wordpress. com/2009/ 05/13/wasiat- nabi-dalam- perkara-wanita/

--
Mutiara Salafus Shalih:

Para ulama di muka bumi seperti bintang-bintang di langit. Bila bintang-bintang itu tampak, maka orang-orang mengambil petunjuk dengan bintang-bintang itu. Dan bila bintang-bintang itu tidak terlihat oleh mereka, mereka menjadi bingung. (Abu Muslim Al-Khaulani Rahimahullah)

Akan lahir dari ilmu: Kemuliaan walaupun orangnya hina, Kekuatan walaupun orangnya lemah, Kedekatan walaupun orangnya jauh, Kekayaan walaupun orangnya fakir, dan Kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'. (Wahab bin Munabbih Rahimahullah)

Apabila seseorang menuntut ilmu, maka hal itu akan terlihat pada khusyu'nya, pandangannya, lisannya, tangannya, shalatnya, dan zuhudnya. Apabila seseorang meraih salah satu bab ilmu lalu dia amalkan, hal itu lebih baik baginya daripada dunia dan seisinya." (Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah)

Janganlah engkau merasa sombong terhadap ilmu, karena ilmu adalah lembah-lembah. Yang manapun engkau tempuh, dia akan mengalahkanmu sebelum engkau mencapainya. Akan tetapi ambillah ilmu itu bersamaan dengan perjalanan siang dan malam. Dan janganlah engkau mengambil ilmu sekaligus, karena barang siapa yang mengambil ilmu sekaligus, akan hilang pula sekaligus. Akan tetapi ambillah ilmu sedikit demi sedikit, bersamaan dengan perjalanan siang dan malam. (Az-Zuhri Rahimahulla, dari Yunus bin Yazid)

Pondasi Al jama'ah adalah para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mereka adalah ahlussunah wal jama'ah, siapa saja yang tidak mengambil ilmu dari mereka sungguh telah sesat dan terjatuh dalam kebid'ahan. (Al Imam Al Barbahari Rahimahullah)
Terima Kasih Kerana membaca.Senyum Sokmolah ye..Jazakallah..

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Terdapat ralat dalam alat ini